salam tanpa kata - gubuk desa
Kerikil

Salam Tanpa Kata

Ada salam yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena tak semua bahasa mampu mendeskripsikan rasa. Inginku membalas salammu bukan dengan kata “Salam balik ya”, karena rasanya mungkin akan berbeda dengan yang kamu terima.

Tak apalah, bahasa memang terkadang tak sempurna untuk mewakili setiap rasa. Biarlah rasa yang ada tetap menjadi rasa apa adanya. Tidak malah berubah makna karena bahasa.

Sehat-sehat selalu ya. Salam juga untuk siapa pun yang sedang bersamamu di sana. Semoga kalian selalu sehat dan disayang Tuhan di mana pun berada.


Ada pertemuan yang seolah-olah tiada gunanya. Hanya sekilas bagai kilat yang menyambar. Membakar apa saja yang bersentuhan langsung dengannya tanpa sadar. Padahal jika mengambil jarak untuk melihatnya dari kejauhan cukup enak dipandang, tapi ketika merasakan langsung ke dalam terkadang ada kesakitan yang tak jarang memerlukan pelukan.

Kuambil jarak sedepa untuk melihat pertemuan itu. Memaknai semua kejadian yang ada. Memecahkan setiap kode yang tampil di atasnya. Menggabungkan kembali serpihan demi serpihan arti yang tertunda. Namun ternyata yang ditemukan adalah kesimpulan bahwa itu semua tidak ada hubungan dengan pertemuan lainnya. Hanya kejadian singkat yang tak jarang kebanyakan orang mengalaminya. Meskipun sebenarnya, ada banyak arti yang juga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Tahukah kamu ada salam tanpa kata yang selalu terucap disetiap doa. Itulah kewajiban setiap manusia untuk mendoakan makhluk lainnya. Tidak berharap untukmu menyadarinya, biarlah Tuhan menyimpan semuanya rahasia sampai beliau mau untuk membukakannya.

Makhluk biasa-biasa saja yang masih belajar menjadi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.