menyambut esok yang akan segera datang

Menyambut Esok yang Akan Segera Datang

Suasana malam itu perlahan mulai terhenti. Burung hantu berhenti bernyanyi, digantikan beberapa ekor ayam jantan berlomba-lomba mencari perhatian sang mentari. Sementara aku masih tertidur di dalam mimpi yang tak kunjung selesai. Tak mampu membangun kesadaran untuk membuka mata, menyambut cahaya dari timur yang sudah siap menyapa.

Tubuh tak sanggup menahan beratnya gravitasi. Namun akal selalu menjelajah ke sana ke mari, mengesampingkan ruang dan waktu sekaligus hati. Tidak cukupkah kegelapan menyelimuti sepanjang hari? Kapan kita mulai bangun dari tidur panjang yang tak kunjung selesai?. Aku bertanya di dalam mimpi, tapi masih saja tak pernah ada jawaban yang pasti. Kecuali untuk terus berjalan dan bersabar. Mensyukuri setiap kehidupan yang di-reset setiap lima menit sekali.

Esok ternyata tak memperlihatkan tanda-tanda cahaya yang menghangatkan nasfu. Mungkin karena sedang musim hujan, dimana awan hitam selalu bergentayangan di sepanjang jalan. Langit yang sejak tadi menghitam, belum menandakan akan hujan sampai dengan siang. Tak pula menunjukan kemunculan cahaya yang sejak tadi malam disembunyikan.

Awan hitam terus saja bertahan. Sampai sore pun datang, senja yang menandakan dimulainya malam tak pernah kelihatan. Hingga rembulan dan bintang pun ikut menghilang ditelan kegelapan malam.

Mungkin hujan akan datang dan mentari akan bersinar setelah ‘pesta demokrasi’ digulirkan. Kemudian kusambut esok yang akan segera datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.