kesunyian yang ramai
Rakyat

Kesunyian Yang Ramai

Tidak ada yang menyadari, tanpa sebab yang pasti. Siang itu, disebuah ruangan kecil berdebu, tiba – tiba air mataku mengalir tanpa kumau. Padahal suasana ramai, mereka berfoto bersama, ada juga yang mengabadikan momen pribadi, tidak berselang beberapa lama suasana menjadi sepi.

Kupalingkan wajahku kebawah, menghadap sebuah gamelan tua di pojok ruangan, agar tak ada yang tau, ada sebutir air mengalir dari mata menuju pipiku.

Siapa itu yang menyapaku di siang hari. Tidak terlalu jelas, tidak terlihat, namun cukup kuat untukku mengatakan ucapan terima kasih.

Apakah ini hadian buat kami? apakah ini maksud dari semua janji – janji?

Semoga kalian tersenyum melihat kami, bekerja untuk keluarga, anak dan istri, semoga kami selalu bersamu Maha Perencana dari sebuah rencana, melalui para kekasihmu yang raganya telah meninggalkan kami bersama dunia.

Makhluk biasa-biasa saja yang masih belajar menjadi manusia.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.