Explore Makassar - Pantai Losari
Kuliner,  Wisata

Bukan Explore Makassar, Tapi Welcome to Makassar

Ini bukanlah cerita tentang perjalananku explore Makassar, tetapi kesan pertamaku waktu pertama kali menginjakkan kaki pertama di pulau Sulawesi. Kebetulan kota pertama kali ada kota Makassar.

Pagi – pagi sekitar pukul 3 dini hari aku bersiap menuju bandara untuk terbang ke Makassar. Itu adalah pertama kalinya aku bekerja secara ‘formal’ jadi meskipun aku bisa berangkat sendiri orang tua ingin mengantarkannya. Kebetulan tidak sampai di bandara, hanya sampai di jalan besar di mana aku akan bertemu dengan Pak W.

Setelah di jalan besar dan menunggu beberapa saat Pak W datang bersama istrinya untuk melajutkan perjalanan ke bandara Adi Soemarmo. Pak W ini adalah project manager-ku. Dia yang akan menemaniku sampai di Makassar nanti dan memperkenalkan dengan beberapa tim yang ada di sana.

Saat itu kami sampai di bandara sekitar pukul 5 pagi dan terlihat antrian cukup panjang dikarenakan pada waktu itu salah satu maskapai membuka penerbangan baru yang memberangkatkan 5 pesawatnya dalam waktu yang hampir bersamaan.

Saat tiba di bandara, saat itulah semua hal baru aku mulai.

Waktu pemberangkatan masih lama dan kami tiba lebih awal. Sela waktu itu kami manfaatkan untuk ngeteh sebentar di salah satu warung di area bandara.

Naik Pesawat Untuk Pertama Kali

Ya, hari itu merupakan hari dimana aku pertama kali naik pesawat. Selama 22 tahun hidup aku belum pernah naik pesawat. Untungnya disitu aku ditemani sama Pak W dan dikasih tau tentang seluk beluk menjadi penumpang pesawat.

Saat pemeriksaan pertama aku sudah diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang. Langsung menuju check in sekalian memasukan barang ke bagasi dan naik ke ruang tunggu.

Hal yang sudah membuat lega adalah ketika sudah masuk ke ruang tunggu karena dari masuk pemeriksaan awal sampai dengan pemeriksaan akhir yang aku takutkan adalah ketika ada barang bawaan yang tidak boleh dibawa masuk :smile:.

Sampai dengan tahap ini aku bersyukur tidak membuat malu 😀 

Welcome To Makassar

Salah satu sudut Patai Losari setelah hujan.

Hal pertama kali aku katakan ketika landing adalah “Asik juga ya pak naik pesawat” :smile:. Saat itu pula ingin rasanya ingin untuk naik pesawat lagi.

Ada hal yang membuat aku terharu sekaligus bertanya – tanya mengenai alasan kenapa aku sampai di Makassar. Hal itu tak lain adalah aku merasa semua hal yang aku lihat seperti tidak asing lagi dan aku sudah pernah merasakan sebelumnya.

Sesampainya pesawat sampai di tempat parkir kami tidak bisa langsung turun dikarenakan masih harus menunggu bis yang menjemput kami dari pesawat ke terminal bandara yang jaraknya cukup jauh.

Saat naik bus, ada hal yang ganjil yang aku lihat yaitu ada seorang perempuan muda yang seumuran denganku yang terus melihat kearahku seakan kita juga pernah bertemu sebelumnya. Sayangnya belum sempat kenalan dia sudah pergi duluan.

Makan Di Warung Pallubasa dan Mie Titi

Sesampainya di bandara kami dijemput seorang teman asli orang Makassar. Dia juga merupakan anak buahnya Pak W ini dan kita langsung menuju salah satu tempat makan yang katanya Pak W merupakan tempat yang wajib disinggahi ketika sampai di Makassar.

Palbas Serigala nama warungnya, sekilas warung ini menyediakan daging serigala, tapi ternyata bukan. Warung ini menyediakan masakan – masakan daging lokal dari Makassar. Hal yang khas dari masakan ini adalah resepnya yang sudah turun termurun dan menjadi khas di sana. Namun, entah karena lapar atau memang tidak perasa aku makan saja tanpa menikmatinya. Jadi tidak bisa menceritakan rasanya bagaimana :grin:. Kalau ditanya enak atau tidak, menurutku enak dan gurih.

Ternyata tidak hanya satu tempat saja yang dikunjungi pada hari itu. Malamnya aku diajak makan di Mie Titi yang dekat dengan pelabuhan yang sekilas warungnya kumuh ternyata menyimpan rahasia resep yang membuat banyak orang rela mengantri berjam – jam hanya untuk merasakannya.

Mie Titi ini juga termasuk tempat yang pasti dikunjungi waktu di Makassar, tapi itu baru pertama kali aku ke sana. Lokasinya pas di depan pintu masuk pelabuhan.

Singgah Di Pantai Losari

Makassar punyai pantai yang sangat terkenal yang kalau kata orang sih belum ke Makassar kalau belum ke pantai ini. Pantai Losari orang – orang menyebutnya.

Ntah kebetulan atau tidak saya hari pertama di Makassar langsung bisa berjumpa dengan pantai ini. Hal itu terjadi sesaat setelah makan Mie Titi di sebrang pelabuhan yang tidak jauh dari pantai Losari.

Padahal sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bisa ke sini. Ternyata hari itu terjadi dan ada rasa bahagia yang muncul di sana.

Jalan Urip Sumoharjo

Hal yang masih menjadi pertanyaan dan belum tau mengenai sejarahnya adalah salah satu jalan uatma di kota Makassar yang dinamai dengan Jalan Urip Soemoharjo. Apakah ada hubungan antara Makassar dengan tanah Jawa?

Pertanyaan itu membawaku ke pertanyaan lain, apakah ada hubungannya dengan hal – hal yang tidak asing yang aku lihat? Sampai sekarang pun aku belum bisa menemukan jawabannya. Ya semoga semua tujuannya baik.

Ya itulah salah satu pengalaman penerbangan pertama yang berujung dengan cerita indah dan misterius di persinggahan pertama di pulau Sulawesi. Itu baru hari pertama saja di sana. Setelah hari itu, aku berada di pulau itu selama kurang lebih 4 bulan bolak balik Makassar – Bau bau dan berkunjung ke beberapa pulau di sekitarnya. Itulah kesempatanku untuk explore Makassar lebih dalam lagi.

Makhluk biasa-biasa saja yang masih belajar menjadi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.