• waktu cintaku
    Budaya

    Waktu Cintaku

    Waktu Cintaku Pagi ini aku kedinginan, pagi di ujung musim hujan, di pangkal musim kemarau yang terlambat datang. Pohon-pohon mangga di pinggir jalan desa sepertinya tak tahan memendam kerinduan berbuahnya. Hujan yang terus-menerus turun, yang menggencet musim kemarau, nyaris tak memberi kesempatan pohon-pohon mangga untuk berbunga. Hingga setelah rentetan hujan mereda, bunga dan buah mangga yang masih bajang bersimaharajalela karena menahan kemunculannya selama berbulan-bulan. Seperti rindu-dendam yang tumpah ke dalam pelukan. Demikian jugakah kau di sana? Orang-orang yang tak begitu gemuk sepertiku dan sepertimu tentu tak tahan dengan hawa dingin yang menyelusup sampai tulang-tulang ini. Lemak di tubuhku dan tubuhmu tak begitu banyak untuk digunakan sebagai zat pembakaran yang menghangatkan…